| Sri T. Rusdy: Networking adalah Modal Kesuksesan |
|
|
|
| Written by tubiyono |
| Wednesday, 08 September 2010 05:26 |
|
Pada awalnya beliau menyatakan kehormatannya karena diundang sebagai pembicara dalam acara orientasi mahasiswa baru FH. Ia mengaku kagum akan sikap kritis dan pemikiran yang tajam dari para mahasiswa baru tersebut. “Mereka tidak langsung menelan mentah-mentah apa yang saya sampaikan, mereka sangat kritis menanggapi setiap ide yang saya lontarkan ke mereka, dan yang membuat saya sangat bahagia adalah antusiasme mereka dalam mengajukan berbagai pertanyaan yang menurut saya sangat cerdas dan jujur”, ujar wanita yang juga seorang pengusaha ini.
Menurut beliau, menjadi mahasiswa tidak harus melulu mengejar IPK yang tinggi atau berkeinginan menjadi yang terbaik di bidang akademis. Yang paling penting di masa menjadi mahasiswa adalah membangun jaringan (networking) yang seluas mungkin. Melalui apa? Tentu saja melalui aktif di berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus, tidak ragu untuk menimba pengalaman dengan cara bekerja sampingan atau berguru pada orang-orang yang sukses. “Yang terpenting dalam membangun networking adalah kita harus mampu membangun citra diri yang baik dan karakter diri yang kuat agar suatu hari nanti kita tidak akan begitu sulit untuk mendefinisikan siapa diri kita kepada orang yang pernah mengenal kita. Dan, yang terpenting mereka akan tetap mempunyai kesan baik terhadap diri kita sehingga apa yang akan kita sampaikan dan apa yang akan kita lakukan mendapat kepercayaan dan respon yang baik dari mereka. Dari situlah kesuksesan dapat diraih”, begitulah tips dari wanita yang namanya sempat disebut dalam buku kontroversial Gurita Cikeas ini.
Tentu saja profesionalisme tidak boleh diabaikan, namun menurut pengalaman beliau, ikatan emosional antar-kolega adalah poin penting dalam meraih kesuksesan terutama di bidang usaha. Masa-masa kuliah adalah masa yang paling ideal untuk membangun networking, karena begitu banyak dan luas jangkauan teman-teman sesama mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas dan berbagai perguruan tinggi yang merupakan para calon generasi penerus bangsa yang sepuluh atau lima belas tahun yang akan datang kita tidak akan pernah menduga kalau sebagian dari mereka akan menduduki jabatan-jabatan penting dan menjadi orang-orang hebat di negeri ini. “Jangan pernah memandang rendah atau meremehkan teman kita yang saat ini kelihatan biasa-biasa saja, jangan pernah membatasi pergaulan hanya pada satu kelompok atau golongan saja berdasarkan jurusan, fakultas, daerah, agama, apalagi status sosial. Kita tidak akan pernah tahu nasib orang di masa datang. Oleh karena itu, kita harus berteman dengan siapa saja dan senantiasa menunjukkan sikap terbaik kita.”, ujar wanita cantik yang langsung protes ketika tahu bahwa para mahasiswa baru dibagi menjadi kelompok-kelompok dalam acara orientasi di FH tersebut. Ia khawatir kelompok-kelompok tersebut akan terbawa sampai kelak mereka kuliah sehingga tidak mau bergaul dengan anggota selain kelompok mereka. ”Banyak pelajaran yang dapat kita ambil kan?”.(ve) |
| Last Updated on Saturday, 18 September 2010 15:55 |




“Ya, begitulah” ujar alumni Fakultas Hukum (FH) ini. Berbincang dengan beliau tidaklah membosankan, tanpa banyak pancingan pertanyaan, beliau secara antusias mau bercerita dan berbagi pengalaman. Suasana santai dan akrab di ruang Dekan FH pada Selasa, 31 Agustus 2010 itu memberikan kesan mendalam karena banyak ilmu yang bisa digali dari beliau.












