Home Profil Alumni Bermula dari sales representative mengantar Herry menjadi Peneliti Berdaya Saing
Bermula dari sales representative mengantar Herry menjadi Peneliti Berdaya Saing PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 09 March 2010 08:43
Mungkin tidak banyak orang yang berpikir bahwasannya kotoran sapi mampu disulap menjadi jutaan rupiah dalam produksi Al-Subur fertilizer. Namun inilah yang mengendap dalam pikiran seorang dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Herry Agoes Hermadi, drh, M.Si, bagi sebagian besar keluarga civitas akademik UNAIR nama ini sudah tidak asing lagi. Terlebih lagi dengan berbagai penemuannya yang mampu mengangkat nama UNAIR di mata khalayak.
Dosen FKH UNAIR yang saat ini tengah menempuh S3 (Progam Doktoral) telah banyak mencetak uang dari buah pikirannya selama ini. "Awalnya, saya banyak belajar dari Puslitbio Energi Lemlit UNAIR", tutur mantan tim peneliti Lembaga Penelitian UNAIR yang berkedudukan di Kampus C UNAIR. Dari lembaga yang notabene beranggotakan para peneliti UNAIR ini, Herry banyak belajar, dan rupanya menjadi bagian dari orang-orang intelek membuat dosen yang lahir pada 23 Agustus 1959 ini semakin terpacu clan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh selama duduk di bangku kuliah. Fokus utama dari bapak 2 anak yang telah menjadi dosen sejak 21 tahun silam ini adalah peternak dan petani, khususnya ternak sapi. Dengan memanfaatkan feses sapi, Herry mampu mencetak uang.    

Bio Fermentor, mikroba ramah lingkungan yang berasal dari microbia kotoran sapi, merupakan salah satu temuan Herry yang dikembangkan menjadi organic fertilizer yang bermanfaat untuk menghasilkan panen yang memuaskan dan tentunya aman bagi lingkungan. Pupuk organic ini membawa lelaki yang berpandangan bahwasannya seorang peneliti harus mempunyai daya guna dan daya saing. Ternyata tidak berhenti sampai disini saja, selain menjadi kosultan pupuk organik, dosen FKH UNAIR ini juga didapuk menjadi konsultan penggemukan ternak sapi potong dan kambing perah. Di tangannya, sapi bisa menambah berat badan hingga 2 kg perhari dengan total fat 5%-10%. Dan riset ini telah dibuktikan di Argofauna, Kertosari-Mojosari. Dengan formula penambah nafsu makan bion ini, Herry mampu mendukung peternakan rakyat yang sekarang ini tengah menggeliat. "Menurut saya, lebih baik beternak, utamanya sapi, dari pada bercocok tanam padi, tambah dosen yang tidak pernah mandul akan temuan-temuan ini dengan penuh antusias.
Menurutnya, dengan beternak sapi, lahan yang sedianya digunakan untuk menanam padi diganti dengan Taiwanese Grass, rumput yang bernutrisi tinggi dan meningkatkan berat badan sapi yang saat ini telah dikembangkan Herry Agoes, maka akan menghasilkan income 4 atau 7 kali lipat pertahun lebih banyak dari pada tanaman padi dan bahkan dimungkinkan mampu membeli kebutuhan pangan, seperfi beras dengan kuafitas tinggi tanpa harus bercocok tanam sendiri. Mindset yang diadaptasi dari cara pemerintah Malaysia meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dengan kelapa sawit ini nampaknya membuat Herry semakin giat dalam mengembangkan penelitiannya untuk kemudian bisa dinikmati seluruh petani dan peternak di Indonesia, khususnya short course.

Selain penemuan diatas, baru-baru ini, dosen yang pernah mengenyam di Universitas Putra Malaysia ini telah menghasilkan sebuah formula baru untuk sapi, yaitu Rotensio Druq, sebuah formula yang terdiri dari campuran septic dan muscle relaxation. Formula yang baru ditemukan ini berguna untuk memudahkan dokter hewan dalam menangani proses keluarnya ari-ari sapi. Dari sekian banyak penemuan yang saat ini telah tersebar dimasyarakat, ternyata Herry terinspirasi setelah meyelam ke dalam dunia maya, internet. "Saya salah satu penggila internet, dan saya menyadari bahwa internet telah mnginspirasi penemuan-penemuan ini", jelas dosen yang mendapatkan enam kali hibah bersaing dari DIKTI

Namun, dalam perjalanan karir dan penelitiannya, Herry Agoes Hermadi, drh, M.Si tidak semudah membalikkan telapak tangan. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebagian besar ditopang dengan biaya sendiri karena seorang peneliti masih harus dikenai syarat-syarat yang ketat, bila Dia mengambil dana dari goverment. lni mungkin juga menjadi faktor bagi sebagian dosen yang enggan melakukan penelitian. Selain masalah finansial pada saat memulai penelitian, setelah riset selesai dan menghasilkan produk yang layak jual, penemu menghadapi masalah hak cipta. Banyak peneliti yang enggan mendaftarkan hasil temuannya ke hak cipta karena mereka harus menghadapi financial problem yang mungkin tidak sepadan dengan dengan gaji sebagai dosen. Hak cipta yang seharusnya 100% ditangani dan dibantu oleh institusi.

Faktor-faktor seperti inilah yang mungkin membuat produk-produk hasil temuan hanya mangkrak dan menjadi tumpukan di meja, yang seharusnya mampu didaya gunakan untuk kemaslahatan hidup masyarakat dan hanya menjadi tumpukan yang tiada arti. Sebagai peneliti yang tak kenal putus asa, untuk mengatasi berbagai kendala keuangan, Herry menggandeng beberapa pemilik modal dan perusahaan yang nantinya juga diuntungkan dengan penemuan yang dihasilkan. Dengan berbekal pengalamannya menjadi salesman dan kemampuan bernegosiasi, dosen penuh inovasi ini berhasil menggaet beberapa perusahaan baik dalam maupun luar negeri untuk menyelesaikan dan memasarkan hasil temuannya. "Alhamdulillah, dengan menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, saya bisa menyelesaikan penelitian ini, dan semoga membawa manfaat bagi masyarakat", terang peneliti yang mengutarakan bahwa dalam usaha seorang harus profesional, mempunyai selling point, bermanfaat bagi masyarakat, tidak takut saiah, good risk taker, dan tentunya mampu menjual. Oleh 2 temuan terakhir Herry sudah produksi hormone FSH-LH like dari air seni wanita menopause untuk kesuburan ternak sapi.
 

Who's Online

We have 20 guests online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday114
mod_vvisit_counterYesterday384
mod_vvisit_counterThis week1188
mod_vvisit_counterLast week2837
mod_vvisit_counterThis month2849
mod_vvisit_counterLast month12319
mod_vvisit_counterAll days192756