|
Written by tubiyono
|
|
Monday, 02 August 2010 03:27 |
|
GO BALI GREEN PROVINCE
Impian Indonesia menjadi Negara Hijau adalah harapan bagi semua elemen masyarakat, namun dengan adanya kemauan dan pergerakan yang kuat itu dapat membangun image bagi Indonesia. Inilah langkah awal pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan daerahnya sebagai Provinsi Hijau dan bersih, dengan resmi mendeklarasikan sebagai Bali Green Province (BGP) pertama di Indonesia 22 Februari 2010 lalu. Dari program tersebut pemerintah memberi dukungan terhadap sebuah komitmen dari pemerintah Provinsi Bali sebagai Provinsi Hijau. Mimpi untuk mewujudkan Bali sebagai Provinsi Hijau diharapkan juga dapat memberi angin segar dari berbagai sector politik, ekonomi, dan pariwisata.
Upaya pemerintah daerah menjadikan Bali Hijau dan bersih merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat untuk saling bersinergi mewujudkan itu semua. Dalam hal ini juga di tanggapi oleh Bupati Jembrana, I Gede Winasa, saat ditemui dalam acara temu alumni Unair (21/7) di Ballroom Plasa Hotel Denpasar “Provinsi Hijau jangan sampai menjadi slogan saja, namun realitanya seperti apa langkah-langkah politis yang harus dilakukan “ alumni Unair ini.
Menuju daerah hijau perlu mengedepankan bentuk kesehatan, pangan organik, serta keasrian dan kenyamanan lingkungan. Sosialisasi terhadap masyarakat cukup perlu dalam menghimbau mereka untuk mewujudkan Bali Green Province. “ hijau tidak lepas dari organik makanya bagaimana membentuk suatu system organic, kembali lagi kepada individu sebab orang akan melakukan sesuatu kalau bermanfaat. Tunjukkan manfaatnya dalam jangka panjang dan jangka pendeknya yang terkait dengan ekosistem yang ada” tambahnya kepada Dinamika.
Dalam kenyataannya masih banyak kondisi yang perlu dibenahi untuk membentuk suatu kawasan yang asri dan hijau serta menjalani langkah-langkah yang sistematis yang dilakukan ke depan agar kendala dan resistensi yang ditemui dapat dihambat, dan tak hanya sebagai slogan saja, namun itikad baik perlu mendapat apresiasi dan dukungan antara masyarakat serta pemerintahan dalam mewujudkan Bali Green Province sehingga menjadi contoh bagi provinsi lainnya.
|
|
Last Updated on Wednesday, 04 August 2010 04:45 |
|
Written by tubiyono
|
|
Monday, 02 August 2010 03:17 |
|
TEMU ALUMNI BALI
Keceriaan dalam melepas rindu kali ini dirasakan oleh sejumlah tamu undangan para alumni Universitas Airlangga saat Temu Alumni Unair berlangsung, yang digelar di Plasa Hotel Denpasar Bali 21 Juli 2010 lalu. Sekitar 250 Alumni dari berbagai bidang ilmu hadir di Ballroom Sanur Plaza Hotel pukul 18.30 Wita, dalam acara tersebut menjadi ajang reuni bagi para alumni yang hadir sehingga dapat mengobati rasa kangennya. Deretan rangkaian acara yang dihadirkan untuk temu alumni kali ini, salah satunya pemutaran hasil karya ilmiah mahasiswa Unair serta pemutaran video documenter mengenai masa berdirinya Universitas Airlangga Surabaya hingga kini yang berpacu untuk menjadi world class university. Dari sejumlah alumni yang hadir, acara tersebut juga di hadiri oleh Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. H. Fasich, Apt, ketua IKA FH Akmal Boedianto, serta Bupati Jembrana Bali I Gede Winasa yang juga salah satu alumni Unair.
alumni yang berdomisili di bali cukup responsive dalam acara seperti ini, membuka memori album kenangan semasa duduk di bangku perkuliahan membawa sukacita tersendiri bagi tamu undangan. salah satunya Gede Arsana Alumni Fisip tahun 2006 juga sebagai anggota pemkab jembarana bali, turut berkomentar tentang acara temu alumni kali ini yang perlu memerlukan sosialisasi dan komunikasi sekaligus membantu memperluas jejaring Ikatan antar alumni “ acara seperti ini bagus untuk lebih menigkatkan ikatan antar alumni serta menjalin komunikasi , memang acara seperti ini dilakukan secara berkala sehingga bisa berkomunikasi sekaligus berjejaring menguatkan rasa persatuan dan kebersamnaan antar alumni” ungkapnya.
Bupati jembrana bali pun mengurai tanggapan yang sama, komunikasi antar alumni memang perlu dan acara seperti ini merupakan langkah awal menjalin komunikasi yang baik “ semestinya ini permulaan komunikasi dengan para alumni yang dulu mungkin tidak bertemu, jadi kalo hari ini bisa dimulai tentu ada satu harapan” tutur I Gede Winasa.
Kiprah Unair yang menuju world class university merupakan cita-cita dan harapan bagi elemen masyarakat unair tentunya, oleh karena itu berbagai acara seperti ini menjadi salah satu wujud permulaan dukungan dari alumni Unair. “ saya tidak melihat kepentingan bangsanya, namun kelas dunia mungkin kita bisa bagian dari interpreneurship yang dilakukan. dari sisi science nya saya tidak melihat tapi dari sisi bisnis nya lebih banyak.menuju World Class University merupakan motivasi” jelasnya pada Dinamika. |
|
|
|
|
|