| ALUMNI FARMASI BERKARIR DI LUAR BIDANG KEAHLIANNYA |
|
|
|
| Written by tubiyono |
| Friday, 17 June 2011 05:47 |
|
Selama ini banyak orang tua dan calon mahasiswa ketika memilih program studi atau jurusan di perguruan tinggi selalu dipertimbangkan setelah lulus nanti akan bekerja di mana atau pekerjaan apa? Pertimbangan seperti itu tidak salah. Hanya saja dalam realitasnya ada yang dapat mengembangkan karirnya tidak sesuai dengan pilihan program studinya.
Sebagai ilustrasi, Pak Hadi Sunaryo, lulusan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga memiliki kemampuan berkarir dengan menduduki sebagai Kepala Personalia di PT Semen Gresik. Fakta itu memperkuat kenyataan bahwa bidang ilmu apa pun dapat dijadikan sebagai pintu gerbang untuk memasuki dunia kerja dan yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk mengembangkan talentanya untuk menuju karir yang diimpikannya. Ilustrasi lain adalah seorang yang bernama, Muzaki, apoteker, subtansi skripsinya tentang bakteri thermophilic (bakteri tahan panas) yang lulus dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Selanjutnya, setelah lulus Anda ingin tahu dia bekerja sebagai apa dan di mana? Menurut sumber yang tepercaya, Totok, panggilan kerennya yang membimbing skripsinya, menginformasikan bahwa yang bersangkutan sekarang bekerja di pertambangan. Jenis pekerjaannya jauh dari bidang ilmu yang dipelajari yaitu dia sekarang bekerja di EXON MOBILE wilayah Bojonegoro dan Cepu. Masih dari sumber yang sama dikomunikasikan bahwa ada alumni Fakultas Farmasi Universitas Airlangga yang mengembangkan karirnya di luar bidang ilmu yang ditekuni pada waktu kuliah.Adalah Budi Raharjo, seorang apoteker, beliau tidak mengembangkan keapotekrannya, melainkan lebih senang menjadi seorang entrepreneur, pengusaha Pom Bensin dan Distributor oli se-Jawa Tengah. Pengalaman beliau pernah menjadi pegawai Rumah Sakit Daerah DR. Soetomo Surabaya, tetapi tidak dilajutkan. Fakta yang dikemukakan tersebut merupakan gambaran nyata bahwa untuk berkarir di berbagai lembaga tidak harus linear dengan bidang ilmunya. Akan tetapi, calon mahasiswa dan orang tua memiliki hak untuk memilih jurusan yang paling sesuai dengan kompetensinya adalah keputusan yang sangat bijak.
|
















